Didi, sosok mahasiswa tinggi badan 175cm, relatif kurus namun dengan otot yang kenyal padat pejal, V-shaped bahu bidang pinggang ramping, kulit hitam bahkan sampai kebibirnya juga merah kehitaman, rambut cepak, daun telinga kiri dengan anting perak, dengan tampang wajah pemberontak yang lembut hati – matanya belok besar namun bila memandang sesuatu tajam seakan menyimpan dendam amarah, jago dalam segala jenis olahraga dikampus terutama yang bersifat fight… tampangnya menjadi bringas untuk memenangkan pertandingan tersebut sehingga sering dijuluki “pembunuh berdarah dingin” oleh teman-temannya… sangat sedikit berbicara relatif diam, cool, bila diantara keramaian riuh rendahnya suasana kampus yang didominasi oleh siswa pria itu. Aura jantan perkasa membuat dia selalu jadi inceran cewe-cewe binal baik dikampus maupun diluar kampus yang terkadang secara sengaja menyentuh mengusap meremas tonjolan kontol gedenya, namun Didi tidak menanggapinya, dingin, bahkan berkali-kali ada saja godaan untuk menjadi pejantan gigolo tante-tante yang haus dahaga akan kontol remaja dengan imbalan sejumlah uang juga tak pernah digubris oleh Didi.
Berasal dari keluarga ekonomi kelas bawah, broken home, ayahnya preman yang jarang tinggal dirumah karena banyaknya wanita simpanan dimana sudut kota ini. Abangnya satu orang meninggal oleh karena over dosis. Kakak perempuannya ditahan dipanti rehabilitasi sosial karena berulang kali tertangkap menjajakan diri di kota ini, satu orang adiknya meninggal sewaktu ada wabah demam berdarah dan masih ada tiga orang lagi adiknya yang masih kecil. Potret tentang keluarga miskin, ekonomi lemah, pendidikan kurang, keahlian tidak punya selain ngentot !
“Jangan mas, anakmu masih bangun mas… jangan… ahh maaas…” ibunya Didi selalu saja seakan tak kuasa menolak hasrat seks suaminya ketika si pemabuk itu berkehendak“Alah daripada aku ngentot ama lonte… ayoh buka memek elo…” kontol ayah Didi sudah mencuat tegak item gede meradang menerjang memek tanpa ampun.
Semenjak kecil Didi sudah tidak asing lagi melihat orang ngentot didepan matanya yang masih polos waktu itu, yaitu bila ayahnya pulang dalam keadaan mabuk berat dan menyeret memaksa istrinya, ibunya Didi, untuk dientot didepan matanya… bukan hanya memek yang dihajar oleh kontol ayahnya, terkadang lobang pantat atau bergantian antara memek – lobang pantat – memek, bahkan mulut ibunya Didi juga tak luput dari sodokan rojokan batang kejantanan si jahanam tersebut. Semua kejadian demi kejadian tersebut terekam dengan baik tersusun rapi dalam hard disk otak si kecil, Didi.
“Ahh mas… sakit, jangan dilobang pantat mas.. sshh… ahh… sakit mas…”“Arrgghh… biar sakit yang penting enak khaan… hrrgghh.. aahh.. hrrgghh.. aahh”bila tak mendapatkan apa yang diinginkan oleh ayahnya maka dia tak segan-segan memukul menampar bahkan meninju ibunya sampai bengkak berjejas merah terkadang berdarah… biadab !
Namun yang sangat membuat Didi terpukul adalah ketika sepupunyanya dari fihak ibu tinggal serumah dengan mereka sementara mencari pekerjaan serabutan di kota ini. Pada saat itu ketika Didi telah kuliah, ayahnya sudah mulai jarang tinggal dirumah karena sudah mempunyai wanita simpanan, sementara ibunya Didi selalu pergi dini hari kepasar induk membeli sayuran untuk kembali dijual disekitar kompleks perumahan mereka dan sore hari menjadi buruh cuci untuk mencukupi kebutuhan ekonomi mereka. Orang yang diharapkan oleh Didi sebagai pelindungnya pengganti ayahnya yang tak dapat diharapkan olehnya justru membawa malapetaka langsung kepada dirinya.
Berawal dari tidur bareng bersisian dengan sepupunya tersebut, pada suatu malam yang dingin oleh hujan yang mengguyur kota ini sejak sore hari, Didi setengah terjaga antara mimpi dengan bangun dia merasakan sentuhan dekapan belaian yang menjelajahi sekujur tubuhnya, kecupan jilatan menyentuh belakang lehernya ke telinga dan sebuah tonjolan keras berdenyut denyut disela pahanya… kontol sepupunya ! Keesokan hari dia bangun dengan lumuran pejuh kering disekitar selangkangan dan seolah tidak terjadi apa-apa sikap sang sepupunya biasa saja. Kejadian demi kejadian berulang kali dialaminya dan akhirnya…
“Umm… sshh aahh, kontol elo gede juga ya Diantara percaya dengan tidak Didi terjaga dari tidurnya dan melihat sepupunya sedang mengisap kontolnya dengan ekspresi penuh kenikmatan“Jangan sepupunya… ahh, jangan…”Didi berusaha mendorong kepala sepupunyanya yang menempel diselangkangannya“Napa seh Di… kan mas mau buat elo enak koq… sluurrpphh ahh sluurrpphh arrgghh”“Umm.. errghh, Kontol elo gede amat seh Di, slurrpphh… keras lagee… aahhh, ummm… enak sekalee… slurrpphh aahhh…”seakan kehabisan kata-kata pada saat itu Didi tak dapat mengelak lagi dari emutan mulut rakus dikontolnya yang sudah ngaceng… agaknya kontol Didi persis merupakan cetakan kontol ayahnya yang item gede, sangat gede untuk ukuran remaja seumuran dia kala itu, ditambah lagi rangsangan seksual yang diperolehnya sejak dini membuat lucutan kadar hormon seks jantan Didi terstimulasi dengan baik… dia sudah biasa onani sejak SMA.
Ada saja alasan sepupunyaa untuk menikmati kontol Didi kala itu…“Kalau elo entotin cewe ntar si cewe bisa hamil lo…, atau elo bisa kena penyakit kelamin, sifilis – kencing nanah, ntar kontol elo bisa prothol”Hari itu untuk pertama kalinya pula kontol Didi masuk kedalam lobang pantat sepupunyanya… dalam keadaan telentang diam mematung kontol Didi dituntun oleh sepupunyanya yang duduk mengangkanginya masuk kedalam lobang pantat sepupunyanya yang durjana, bagaikan menunggangi kuda sepupunyanya menggenjot kontol Didi mengaduk aduk liang anus sampai akhirnya Didi muncrat berkali kali membasahi membanjiri rongga usus orang yang seharusnya dihormatinya, orang yang diharapkannya melindunginya… bangsat !
Jelas luka telah tertoreh dilubuk hati Didi dan membuat dia semakin jadi pendiam baik dirumah maupun dikampus. Didi merasakan sesuatu yang dapat memuaskan nafsu amarahku ketika aku mengentoti sepupunya… seakan membalas dendam kesumat kepada ayahku, kepada … serasa aku menusukkan pisau belati atau parang panjang menghabisi diayang membuat hidupku selama ini begitu tertekan… melihat sepupunya terengah-engah mendesah mengerang mengejang ketika kontolnya menghajar lobang pantatnya ataupun mengentoti mulutnya, Didi semakin bringas, bagaikan melihat ayahnya terengah-engah menjelang ajalnya… lega ! puas ! nikmat !.
“Arrgghh.. Didi sshh ahh, kontol elo gede banget Di, duh sakit.. tapi enak… entotin aku Di… sshh aaaahhhh… enaaak… oohh fuck me di… fuck me harder… oh shit ! aarrgghh…”oom Sepupunya didi menggeliat menggelinjang meringis ketika Didi menghunjamkan kontolnya kelobang pantatnya kala itu tanpa pelumas sedikitpun sehingga anusnya robek berdarah“Ho-oh memek elo juga enak banget neh.. lebih enak dari memek beneran sshh aaahh sshh aaahh…”dia hunjamkan kontolnya berulang kali sedalam mungkin kedalam liang sanggama sepupunya sambil sesekali menjelajahi dinding liang anusnya dengan batang kontolku.
Didi juga sangat senang melihat sepuunya yang merayap menghiba-hiba padanya untuk minta dientot bahkan menjilati telapak kakiku mengemut jari jemari kakinya hingga bersih sebelum akhirnya naik ketungkai bawah ke paha dan berakhir dengan jilatannya pada lobang pantatnya biji pelernya dan batang kontolnya. Tanpa rasa kasihan sedikitpun terkadang didi mengencingi mulut sepupunya dan menghardik dia agar tidak menumpahkan setetespun air kencingnya dari mulutnya yang terbuka lebar menerima semburan kencingnya itu… arrgghh, bayangan wajah ayahnya selintas tergambar diwajah sepupunya kala itu membuat Didi semakin puas seakan membalas dendamnya kepadanya, semakin menderita ekspresi sepupunya ketika dia entot semakin dahsyat pula rasanya muncratan pejuhnya… ccrrootthh.. ccrrootthh.. aarrgghh.. ccrrootthh.. ccrrootthh.. aarrgghh.. gila.
Pagi hari minggu didi mendatangi rumah Eko, teman kampusnya yang biasa Didi entot. Hari itu aku sangat horny setelah semalaman melihat dari jarak dekat dipinggir kolong jembatan dekat rumahnya 4 orang remaja brandalan memperkosa banci yang sering berkeliaran didaerah perumahanku… antara mau dengan tidak si banci akhirnya menjadi bulan-bulanan mereka dari jam 1 dini hari hingga menjelang azan subuh, bagaikan kawanan serigala lapar mengerubuti rusa empuk mereka berulang kali mengentoti banci tersebut dilobang pantat dimulut bahkan sekaligus dua kontol masuk kelobang pantat dan dua kontol menghajar mulut si banci, sementara Didi dan seorang temannya sambil ngloco menikmati pemandangan erotik tersebut.
“Gila lo Didi, ngapain pagi-pagi begini kerumahku… eh, cewekku lagi ada dirumah”Eko terperanjat panik gelisah melihat kehadiran didi sepagi itu dihalaman rumahnya“Kontol gw lagi ngaceng berat neh say” kata didi“Aduh gimana yah… ntar aja deh aku telefon yah, neh… uang untuk…”“Gw mo ngentot memek lo! bukan mau uang elo !” Didi marah sambil mendorongnya kedalam garasi,“Di… jangan… ntar Cewekku…”“Tai kucing ama ceweelo, gw mo entotin elo sekarang juga… isep !” Didi sudah mengeluarkan batang kontolnya yang sudah tegak ngaceng sejak dini hari tadi dan menangkap kuduk Eko mengarahkan kepalanya merunduk mendekati kontolnya,“Gila lo Di… pagi segene udah ngaceng berat… umm…” dasar lelaki sakit !, Eko antara takut dengan ceweknya dan dengan pengen kontol akhirnya segera mengulum kontol Didi. “Arrgghh… isep yang dalam say… ho – ooh.. jilat.. ayoh kulum kontolku say”,kata Didi.
Ujung lidah Eko mengkilik-kilik lobang kencing Didi yang sudah basah oleh pre-cum, air liurnya sudah membasahi batang kontolku hingga licin mengkilat… terkadang Eko memasukkan seluruh batang kontolnya hingga kandas sampai jembut Didi memenuhi sekeliling bibirnya dan kepala kontolnya keluar masuk ke kerongkongannya… aarrgghh… Didi kelojotan menggelinjang keenakan akan sedotan Eko dibatang kejantanannya. Tubuh Eko akulalu Didi angkat dan dibaringkan telentang dikap mobilnya, kedua kakinya dinaikkan ke bahunya dan bagian pantat celana piyama yang dipakainya dia robek.. shrriieekk… bless ! kepala kontolnya sudah menyeruak masuk menerobos cincin anusnya.“Arrgghh… bastard ! kontol elo… ahh.. shh.. enak.. ahh.. shh.. gila lo..
Di… ahh.. shh.. dasar brondong gila seks lo ah… duh enak..”ekspresi antara meringis sakit takut kepergok ceweknya dengan enak ketagihan kontol Eko mendesis mengerang ketika kontolku berulang kali keluar masuk cincin anusnya“Enak khan say… elo suka kontolku khan… arrgghh… elo ketagihan dientot ama kontol ini khan… umm… memek elo udah basah neh…”“Shh.. ahh.. entotin aku, arrgghh.. hajar memekku dengan buas Di… ahh kontol elo gede banget… c’mmon fuck me harder… oh shit !… i’m cumming man… ooooohhh aaaaaaahhhh….. i’m cumming”Eko memuncratkan pejuhnya dengan berulang kali menghentak-hentakkan pinggulnya ke kontolku yang tertancap dalam lobang pantatnya sambil mengeleng gelengkan kepalanya kekanan kekiri seirama dengan muncratan pejuhnya… tumpahan pejuhnya aku ambil dengan jariku dan aku masukkan kemulutnya..“hmm… jilat pejuhmu ini honey… elo suka ama pejuh khan… umm… enak khan…”
Eko menjilati jari tangan Didi yang berlumuran pejuhnya sendiri dan Didi mulai kembali menggenjot merojokkan kontolnya semakin kuat semakin cepat dan semakin dalam memelintir-melintirkan kontolnya mengaduk jeroannya sampai kembali dia ngaceng dan… muncraaaat… aarrgghh… muncraaatt… Didi juga menggeletar menggigil mengejang memuntahkan hamburan pejuhnya yang sudah dari tadi malam menunggu untuk dimuncratkan.
Telefon genggam Eko berbunyi, ternyata cewenya sedang mencarinya didalam rumah karena sebentar lagi mereka harus bersiap-siap untuk menghadiri pernikahan kerabat mereka, sementara kontol didi masih tertancap dalam dan berdenyut-denyut didalam liang senggama Eko, dia mengambil hp dan menjawab…“Iya say… akusedang bersihin busi neh… iya say, i’m coming say… mamah bersiap dulu deh”.
Didi hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan Eko, menjilati kontolnya yang baru saja dicabut dari lobang pantatnya, berlumuran sisa pejuh bercampur kotorannya sendiri, hmm… membersihkan busi atau memberihkan kontol nih… he he he… dasar sakit !.
Nicholas
Sabtu, 21 Mei 2011
pengalaman brondong homo
Cerita Gay Homo Kontol, Sebetulnya aku ingin sekali menyebut nama atau inisial seorang aktor sinteron action yang akhir-akhir ini sering minta aku “kawal”. Maksudnya agar para Pembaca bisa lebih menghayati dan juga lebih menikmati kisahku. Tapi apa daya, aku harus berpegang pada moral dan etik dan harus menjaga nama baik serta kehormatan si aktor ganteng ini. Oleh karena itu, agar mudahnya, dalam kisah ini aku akan menyebutnya sebagai Si Rupawan.
Jika dia sedang minta aku kawal, maka dia selalu menyuruh manajer dan asistennya untuk pulang dan kami pergi berduaan saja. Aku hanya mengawal dia kalau dia sedang tidak ada cara shooting. Tugasku adalah menyetir mobilnya dan kadang-kadang juga disuruh-suruh seperti pelayan. Karena aku berjiwa slave dan doyan s/M, aku tidak merasa keberatan untuk dibudakin atau dikacungin, apalagi oleh aktor yang rupawan dengan tubuh yang ketat dan atletis itu. Aku bangga melayani cowok seganteng dia!. Apalagi, setiap selesai mengawal dia, aku harus mengantar ke apartemennya dan disana aku pasti harus melakukan blow-job, alias mengisap kontolnya yang besar dan dilatarbelakangi jembut yang hitam dan tumbuh lebattt. Mungkin kira-kira seperti pertumbuhan jembut Bang Arief Suditomo. Di samping berkhayal tentang Irgi Achmad Fahrezi, aku juga sering berfantasi menyedot kontol Bang Arief Suditomo yang terkenal ganteng banget itu!
Si Rupawan ini tidak sunat atau belum sunat. Tapi kulup atau foreskin-nya tidak begitu panjang. Jadi kepala kontol atau glans-penisnya tidak tertutup kulup. Sepintas lalu dia seperti sudah disunat. Kulup seperti itu dalam istilah Jakarta disebut : terkelet. Karena dia tampak seperti sudah sunat maka aku tak keberatan menghisap kontolnya. Sebab aku paling anti kontol yang tidak sunat (uncut). Kontol yang uncut biasanya sering bau smegma atau bau tai-kulat. Aku yakin bahwa Irgi Achmad Fahrezi dan Bang Arief Suditomo pasti sudah sunat waktu kecil! Mereka sudah jadi laki-laki sejati!
Suatu kali Si Rupawan mengatakan bahwa dia ingin disunat. Aku bilang bahwa kontolnya kelihatannya seperti sudah sunat.”Tapi aku belum sunat”katanya Lalu aku tanya, “Kenapa Mas ingin sunat?”. Dia menjawab “Supaya tambah macho dan terhindar dari AIDS!”. Dia mengatakan bahwa semua binaragawan profesional di Eropa disunat, karena mereka menganggap bahwa sunat merupakan penyempurnaan kelaki-lakian mereka atau tanda kesempurnaan seorang laki-laki.
Si Rupawan mendesak agar aku mencarikan dokter yang mau menyunatnya. Dia mendengar dari seorang rekannya sesama aktor,bahwa Rizal pernah membantu seorang pemain sinetron action (setengah bule) untuk mencarikan dokter yang mau menyunat.Lalu Si aktor setengah bule disunat di rumah Rizal. Para selebritis tidak mau disunat di rumah sakit atau klinik karena takut beritanya bocor ke media masa dan di blow up.
Aku minta Rizal (Jose Rizal) agar minta tolong pada Dr.Rizki teman Rizal latihan karate untuk membantu. Dr. Rizki menyunat dengan metode cincin yang tidak sakit, tidak berdarah,dan pasien dapat segera beraktifitas serta lebih cepat sembuh.
Demikianlah, akhirnya kami putuskan Si Rupawan disunat di apartemennya sendiri. Di samping lebih aman juga lebih leluasa dan ada AC-nya jadi tak perlu kepanasan. Dr. Rizki bersedia menyunatnya. Dipilih hari kerja dan siang hari agar penghuni-penghuni apartemen lainnya ada di tempat kerja.
Pada waktu Si Rupawan disunat, dia minta ditemani aku (Johan Pahlawan) dan temanku yang sekaligus pacarku Rizal (Jose Rizal).Aku dan Rizal terpaksa harus minta izin untuk terlambat masuk kantor agar bisa mengurus sunatan rahasia Si Rupawan ini. Secara diam-diam Si Rupawan juga minta agar sehari sebelum Hari-H aku nginap di apartemennya.
Permintaan menginap ini bikin aku repot.Aku risih dan merasa tidak enak dengan Rizal, karena kami berdua (aku dan Rizal) sudah going steady atau menurut istilah ABG – sudah jadian. Waktu aku rundingkan dengan Rizal, dia tidak keberatan dan mengatakan : “Nggak apa-apa, lu nginep aja di apartemennya”. Aku agak kecewa, karena Rizal seperti tidak cemburu, tidak care dan tidak punya sense of belonging terhadap aku. Pola hubunganku dengan Rizal memang aneh. Kami dekat dan bersatu bagaikan suami-isteri, tapi Rizal tidak perduli kalau aku main dengan cowok lain. Sebaliknya, dia juga tidak mau aku ganggu kalau dia main dengan cowok lain. Karena Rizal tidak care, aku putuskan untuk memenuhi permintaan Si Rupawan menginap di apartemennya sehari sebelum dia disunat.
Aku disuruh datang jam 18:00. Dia memesan makan malam dari restoran atau kantin yang ada di gedung apartemen itu. Kami makan malam berdua.
Di meja makan, aku disuruh duduk di sampingnya dan sepanjang makan dia reseh sekali. Bolak balik menciumi dan melumat bibirku. Aku tidak melawan dan tidak protes. Tapi makanku jadi terganggu.
Tidak puas mengganggu aku dengan cipokan-cipokan pada bibirku, dia berbuat lebih gila lagi. Dia menghirup minuman lalu dia mencipok mulutku dan aku harus menyedot minuman itu dari mulutnya. Dia mau lebih gila lagi dan berbuat begitu dengan makanan. Sepanjang makan malam itu, makanan dan minumanku harus lewat mulutnya dulu, setelah itu baru dia melumatkan ke mulutku. Diperlakukan cara begitu, kontan kontolku jadi ngaceng berat.
Setelah makan dia tanggalkan pakaiannya di ruang TV sampai telanjang bulat. Aku jadi sesak karena dirangsang oleh pemandangan cowok ganteng, tinggi besar kekar, putih, berotot, bertelanjang-bulat dengan kontol yang besar dan dengan jembut serta bulu ketiak yang hitamm dan lebbatt. Setelah itu dia menyuruh aku menjilati tubuhnya yang agak lengket dan asin karena sedang berkeringat.
Kemudian, dia minta aku melayani pelampiasan nafsu sexualnya. Dia bilang sesudah sunat, dia harus puasa sex selama dua minggu dan hal itu berat buat dia. Karena itu dia ingin memuaskan nafsunya malam itu. Gila!
Dia menelanjangi aku sampai aku bugil telanjang bulat dan tak berpenutup selembar benang pun!. Aku disuruh menelentang dan dia mengambil posisi 69. Dia memaksa aku mengisap kontolnya dan juga menjilati lobang pantatnya. Dia juga sibuk menyedot kontolku dan menjilati lobang pantatku.
Perbuatan nya membikin aku geli dan menggeliat. Rupanya itu membikin dia terangsang dan begitulah akhirnya terjadi gerakan harmonis aku dan dia saling isap kontol dan jilat lobang pantat. Terus menerus sampai kami tak bisa mempertahankan pejuh kami untuk tidak keluar. Dia memberi isyarat dengan menggesekkan bagian depan tubuhnya.Lalu kami atur agar dalam posisi 69 itu pejuh kami muncrat bersama dan..akhirnya. Agh,dia mendesis kaget dan CRROTT…CRROTT..CRROTT.. pejuh kami menyembur dan muncrat bersamaan. Kontol kami berdenyut-denyut dengan spontan memompakan lendir surgawi yang nikmaat bukan alang kepalang itu.
Malamnya pukul dua, aku dia bangunkan lagi untuk melakukan blow-job untuk dia – dalam posisi 69. Pejuhnya dan pejuhku muncrat lagi bersama. Cerita sex sesama jenis bisa anda nikmati lainya di ceritaserudewasa.info Tiga jam kemudian, waktu subuh, dia masih minta lagi untuk disedot kontolnya.Anehnya dia masih sanggup keluar pejuh kental sampai tiga kali tanpa lemes, walaupun dia tampak mengantuk.
Besoknya, sesudah mandi dia minta aku mencukur rambut ketiaknya dan merapikan jembutnya. Aku bahagia sekali. Bulu ketiaknya tidak aku cukur tapi aku cabuti satu persatu dengan pinset sampai bersih gundul. Lalu jembutnya aku “trim” agar tampak rapi.
Lalu dia mengenakan kamer-jas tipis tanpa pakaian dalam. Waktu Dr. Rizki datang, dia menelentang di atas tempat tidur dan tali pinggang kamer jas-nya di buka sehingga bagian depas tubuhnya telanjang.
Hanya tiga menit kontol aktor ganteng itu sudah rapih disunat.Setelah Dr. Rizki dan Rizal pulang, Si Rupawan mengatakan dia mau bertelanjang-bulat saja sampai luka sunatnya sembuh. “Silahkan” kataku. Rizki telanjang bulat sepanjang hari di apartemnnya samapi luka sunatnya kering.
Jika dia sedang minta aku kawal, maka dia selalu menyuruh manajer dan asistennya untuk pulang dan kami pergi berduaan saja. Aku hanya mengawal dia kalau dia sedang tidak ada cara shooting. Tugasku adalah menyetir mobilnya dan kadang-kadang juga disuruh-suruh seperti pelayan. Karena aku berjiwa slave dan doyan s/M, aku tidak merasa keberatan untuk dibudakin atau dikacungin, apalagi oleh aktor yang rupawan dengan tubuh yang ketat dan atletis itu. Aku bangga melayani cowok seganteng dia!. Apalagi, setiap selesai mengawal dia, aku harus mengantar ke apartemennya dan disana aku pasti harus melakukan blow-job, alias mengisap kontolnya yang besar dan dilatarbelakangi jembut yang hitam dan tumbuh lebattt. Mungkin kira-kira seperti pertumbuhan jembut Bang Arief Suditomo. Di samping berkhayal tentang Irgi Achmad Fahrezi, aku juga sering berfantasi menyedot kontol Bang Arief Suditomo yang terkenal ganteng banget itu!
Si Rupawan ini tidak sunat atau belum sunat. Tapi kulup atau foreskin-nya tidak begitu panjang. Jadi kepala kontol atau glans-penisnya tidak tertutup kulup. Sepintas lalu dia seperti sudah disunat. Kulup seperti itu dalam istilah Jakarta disebut : terkelet. Karena dia tampak seperti sudah sunat maka aku tak keberatan menghisap kontolnya. Sebab aku paling anti kontol yang tidak sunat (uncut). Kontol yang uncut biasanya sering bau smegma atau bau tai-kulat. Aku yakin bahwa Irgi Achmad Fahrezi dan Bang Arief Suditomo pasti sudah sunat waktu kecil! Mereka sudah jadi laki-laki sejati!
Suatu kali Si Rupawan mengatakan bahwa dia ingin disunat. Aku bilang bahwa kontolnya kelihatannya seperti sudah sunat.”Tapi aku belum sunat”katanya Lalu aku tanya, “Kenapa Mas ingin sunat?”. Dia menjawab “Supaya tambah macho dan terhindar dari AIDS!”. Dia mengatakan bahwa semua binaragawan profesional di Eropa disunat, karena mereka menganggap bahwa sunat merupakan penyempurnaan kelaki-lakian mereka atau tanda kesempurnaan seorang laki-laki.
Si Rupawan mendesak agar aku mencarikan dokter yang mau menyunatnya. Dia mendengar dari seorang rekannya sesama aktor,bahwa Rizal pernah membantu seorang pemain sinetron action (setengah bule) untuk mencarikan dokter yang mau menyunat.Lalu Si aktor setengah bule disunat di rumah Rizal. Para selebritis tidak mau disunat di rumah sakit atau klinik karena takut beritanya bocor ke media masa dan di blow up.
Aku minta Rizal (Jose Rizal) agar minta tolong pada Dr.Rizki teman Rizal latihan karate untuk membantu. Dr. Rizki menyunat dengan metode cincin yang tidak sakit, tidak berdarah,dan pasien dapat segera beraktifitas serta lebih cepat sembuh.
Demikianlah, akhirnya kami putuskan Si Rupawan disunat di apartemennya sendiri. Di samping lebih aman juga lebih leluasa dan ada AC-nya jadi tak perlu kepanasan. Dr. Rizki bersedia menyunatnya. Dipilih hari kerja dan siang hari agar penghuni-penghuni apartemen lainnya ada di tempat kerja.
Pada waktu Si Rupawan disunat, dia minta ditemani aku (Johan Pahlawan) dan temanku yang sekaligus pacarku Rizal (Jose Rizal).Aku dan Rizal terpaksa harus minta izin untuk terlambat masuk kantor agar bisa mengurus sunatan rahasia Si Rupawan ini. Secara diam-diam Si Rupawan juga minta agar sehari sebelum Hari-H aku nginap di apartemennya.
Permintaan menginap ini bikin aku repot.Aku risih dan merasa tidak enak dengan Rizal, karena kami berdua (aku dan Rizal) sudah going steady atau menurut istilah ABG – sudah jadian. Waktu aku rundingkan dengan Rizal, dia tidak keberatan dan mengatakan : “Nggak apa-apa, lu nginep aja di apartemennya”. Aku agak kecewa, karena Rizal seperti tidak cemburu, tidak care dan tidak punya sense of belonging terhadap aku. Pola hubunganku dengan Rizal memang aneh. Kami dekat dan bersatu bagaikan suami-isteri, tapi Rizal tidak perduli kalau aku main dengan cowok lain. Sebaliknya, dia juga tidak mau aku ganggu kalau dia main dengan cowok lain. Karena Rizal tidak care, aku putuskan untuk memenuhi permintaan Si Rupawan menginap di apartemennya sehari sebelum dia disunat.
Aku disuruh datang jam 18:00. Dia memesan makan malam dari restoran atau kantin yang ada di gedung apartemen itu. Kami makan malam berdua.
Di meja makan, aku disuruh duduk di sampingnya dan sepanjang makan dia reseh sekali. Bolak balik menciumi dan melumat bibirku. Aku tidak melawan dan tidak protes. Tapi makanku jadi terganggu.
Tidak puas mengganggu aku dengan cipokan-cipokan pada bibirku, dia berbuat lebih gila lagi. Dia menghirup minuman lalu dia mencipok mulutku dan aku harus menyedot minuman itu dari mulutnya. Dia mau lebih gila lagi dan berbuat begitu dengan makanan. Sepanjang makan malam itu, makanan dan minumanku harus lewat mulutnya dulu, setelah itu baru dia melumatkan ke mulutku. Diperlakukan cara begitu, kontan kontolku jadi ngaceng berat.
Setelah makan dia tanggalkan pakaiannya di ruang TV sampai telanjang bulat. Aku jadi sesak karena dirangsang oleh pemandangan cowok ganteng, tinggi besar kekar, putih, berotot, bertelanjang-bulat dengan kontol yang besar dan dengan jembut serta bulu ketiak yang hitamm dan lebbatt. Setelah itu dia menyuruh aku menjilati tubuhnya yang agak lengket dan asin karena sedang berkeringat.
Kemudian, dia minta aku melayani pelampiasan nafsu sexualnya. Dia bilang sesudah sunat, dia harus puasa sex selama dua minggu dan hal itu berat buat dia. Karena itu dia ingin memuaskan nafsunya malam itu. Gila!
Dia menelanjangi aku sampai aku bugil telanjang bulat dan tak berpenutup selembar benang pun!. Aku disuruh menelentang dan dia mengambil posisi 69. Dia memaksa aku mengisap kontolnya dan juga menjilati lobang pantatnya. Dia juga sibuk menyedot kontolku dan menjilati lobang pantatku.
Perbuatan nya membikin aku geli dan menggeliat. Rupanya itu membikin dia terangsang dan begitulah akhirnya terjadi gerakan harmonis aku dan dia saling isap kontol dan jilat lobang pantat. Terus menerus sampai kami tak bisa mempertahankan pejuh kami untuk tidak keluar. Dia memberi isyarat dengan menggesekkan bagian depan tubuhnya.Lalu kami atur agar dalam posisi 69 itu pejuh kami muncrat bersama dan..akhirnya. Agh,dia mendesis kaget dan CRROTT…CRROTT..CRROTT.. pejuh kami menyembur dan muncrat bersamaan. Kontol kami berdenyut-denyut dengan spontan memompakan lendir surgawi yang nikmaat bukan alang kepalang itu.
Malamnya pukul dua, aku dia bangunkan lagi untuk melakukan blow-job untuk dia – dalam posisi 69. Pejuhnya dan pejuhku muncrat lagi bersama. Cerita sex sesama jenis bisa anda nikmati lainya di ceritaserudewasa.info Tiga jam kemudian, waktu subuh, dia masih minta lagi untuk disedot kontolnya.Anehnya dia masih sanggup keluar pejuh kental sampai tiga kali tanpa lemes, walaupun dia tampak mengantuk.
Besoknya, sesudah mandi dia minta aku mencukur rambut ketiaknya dan merapikan jembutnya. Aku bahagia sekali. Bulu ketiaknya tidak aku cukur tapi aku cabuti satu persatu dengan pinset sampai bersih gundul. Lalu jembutnya aku “trim” agar tampak rapi.
Lalu dia mengenakan kamer-jas tipis tanpa pakaian dalam. Waktu Dr. Rizki datang, dia menelentang di atas tempat tidur dan tali pinggang kamer jas-nya di buka sehingga bagian depas tubuhnya telanjang.
Hanya tiga menit kontol aktor ganteng itu sudah rapih disunat.Setelah Dr. Rizki dan Rizal pulang, Si Rupawan mengatakan dia mau bertelanjang-bulat saja sampai luka sunatnya sembuh. “Silahkan” kataku. Rizki telanjang bulat sepanjang hari di apartemnnya samapi luka sunatnya kering.
di booking Andre
Beginilah nasibku. Aku jelas-jelas bukan homo. Apalagi banci. Butuh uang untuk hidup membuatku terjebak dalam dunia pelacur waria kayak gini. Setiap hari pakai baju perempuan, nongkrong di pinggir jalan menanti laki-laki yang memiliki orientasi seksual menyimpang atau sekadar pengen coba-coba, membookingku.
Si Misye, alias Misno, teman sekamar sekaligus seprofesiku jelas waria asli. Bencong tulen. Teteknya aja gede kayak cewek. Akibat suntikan silikon. Kalo tetekku? Sumpelan kain isinya. Hehehe. Dan aku jelas gak mau nyuntik silikon kayak dia. Karena aku jelas laki-laki tulen. Kalo gak kerja malam kayak gini, sehari-hari penampilanku ya lelaki, asli.
Padanya sering aku katakan, gak akan bakalan mau melakukan hal seperti ini kalau bukan karena duit. Aku adalah lelaki normal dan pengen kawin dengan perempuan asli. Aku juga bilang, tak akan pernah mau ngentot dengan laki-laki manapun jika tidak berpenampilan sebagai waria. Misye manggut-manggut mendengar kata-kataku yang penuh semangat kalau sedang membicarakan hal ini. Dia selalu berkomentar bahwa dia menghargai prinsipku itu. Dia berharap suatu saat, aku bisa punya pekerjaan yang layak dan tak lagi menjadi waria bohongan seperti sekarang. sedangkan tentang dirinya, dia pernah bilang, “Biarlah aku saja yang begini Bang,” katanya. “Udah kadung,” dia terlihat sangat sedih saat mengucapkan kata-kata itu.
Kalo aku lagi bokek berat, karena semalaman gak ada yang booking, si Misye sering ngasih duit ke aku. Sebagai imbalannya, aku bersedia ngentotin dia sampe lemes. Ini kulakukan hanya sekadar membalas kebaikannya saja. Masak udah ditolong, aku gak memberikan kesenangan padanya? Aku tak mau menjadi orang yang tak tahu membalas budi. Dan Misye tahu pasti, kalau apa yang kulakukan padanya bukan karena aku menikmatinya. Tapi hanya sekadar balas budiku saja padanya.
Bukan ge er, aku idola para waria di kosku lho. Gimana gak jadi idola. Wajahku lumayan ganteng. Bodyku cukup kekar. Kontolku gede kayak terong ungu. Mereka sampe pernah berantem, pake jambak-jambakan segala lagi, gara-gara ngerebutin aku. Pengen aku sekamar dengan mereka. Malah mereka bersedia aku gak usah patungan bayar sewa kamar. Tapi aku tetap setia sama si Misye. Karena dialah orang yang pertama kali nolongin aku waktu aku terdampar di Jakarta sini. Dan selalu nolongin aku sampe sekarang. Jadi meskipun waria yang laen nawarin hal yang lebih dari yang bisa diberikan Misye padaku, aku tetap menolak ajakan mereka. Aku menjaga perasaan si Misye yang sensitif banget.
Misye suka cemburu bila aku deket-deket dengan waria yang lain. Apalagi kalo isengku kumat, godain waria-waria itu. Dia bakalan diemin aku deh seharian. Sedangkan soal profesiku sebagai pelacur waria dia tak pernah cemburu. Dia malah sangat mendukung sekali. Aneh ya? Dia itulah yang ngajarin aku gimana caranya bersolek bak wanita sejati. Padahal, dulunya aku mana ngerti make up wanita. Di kampung kerjaanku ya nyangkol di sawah. Kalo gak percaya, pegang saja telapak tanganku ini, kasar.
Aku lagi di booking nih sekarang. Sama anak ABG. Andre namanya. Katanya, dia masih kelas tiga SLTP. Ngakunya belon pernah ngesex. Sedangkan kawan-kawannya udah pernah ngesex. Jadinya dia sering diledekin karena masih perjaka. Makanya dia pengen ngelepasin perjakanya malam ini. Edan juga anak-anak ABG zaman sekarang ya.
Awalnya dia pengen booking perek, katanya padaku. Tapi ternyata perek-perek sekarang tarifnya mahal. Duitnya gak cukup. Akhirnya pas ketemu waria dia ditawarin ngesex cuman dua puluh ribu perak. Jelas aja Andre girang banget. Kemudian dia nyari-nyari waria yang cocok dengan seleranya. Eh ketemu denganku. Langsung deh dia kepincut liat tampangku yang manis. Hehe.
“Berapaan Mbak?” tanyanya padaku. Awalnya aku geli juga lho dipanggil Mbak kayak gini. Tapi sekarang udah biasa.
“Dua puluh ribu aja Mas. Kalo sekalian kamar jadinya lima puluh ribu,” jawabku dengan suara yang dilebut-lembutin. Harus gitu. Kaget dong dia kalo aku pake suara jantanku yang asli. Andre setuju. Kemudian aku duduk di boncengan sepeda motornya. Dengan petunjukku dia melaju ke kos-kosanku dan Misye.
Misye sedang gak ada di kamar. Dia emang gak pernah gunain kamar kami untuk ngentot dengan pelanggan. Cuman aku aja. Soalnya buatku duit tambahan tiga puluh ribu untuk kamar cukup lumayan. si Misye biasanya sewa kamar hotel murahan untuk prakteknya.
Begitu kamar sudah kukunci, kusuruh dia membuka seluruh pakaiannya. Andre mengikuti apa yang kukatakan dengan segera. Sudah tak sabar lagi dia rupanya. Kontolnya gede juga untuk ukuran abg seperti dia. Bodynya pun bagus. Ramping dan atletis, kayak aku.
“Mau diisep dulu, atau langsung ngentot?” tanyaku padanya.
“Isep dulu aja Mbak,” jawabnya malu-malu.
Aku langsung berjongkok diselangkangannya. Kontolnya kumasukkan dalam mulutku. Dia terhenyak. Kaget mungkin. Berarti dia jujur belon pernah ngentot. Sesaat kemudian dia sudah mengerang-erang keenakan dan ngecret. Wajahku belepotan spermanya yang kental. Setelah itu dia terduduk lemas diatas ranjang.
“Istirahat dulu? Atau mau dilanjutin?” tanyaku santai.
“Istirahat dulu deh Mbak. Capek banget,” jawabnya tersipu malu.
Aku menyuguhkannya air minum kemasan. Dia segera menghabiskannya.
“Bawa kondom gak?” tanyaku.
“Bawa Mbak. Bawa,” jawabnya cepat. Dia langsung mengambil kondom yang disimpannya dalam saku celananya. Ada tiga bungkus.
“Banyak banget,” kataku.
“Persediaan Mbak,” jawabnya lagi, juga tersipu malu.
Setelah lima menit, kutanya lagi dia. Apakah dia sudah siap untuk melanjutkan atau belum. Dia menjawab sudah. Aku langsung naik ke atas tempat tidurku. Menungging. Rok sepanku ku angkat ke atas. Kuturunkan celana dalam wanita, warna merah jambu, yang kukenakan sebatas betisku. Pantatku langsung terpampang didepan matanya.
Kulihat dia terpana. Pantatku putih bersih. Segala bulu, baik jembut, dan bulu pantat selalu kucukur bersih. Tapi pasti yang membuat Andre terpana bukan itu. Tapi kontolku yang besarnya minta ampun. Jauh lebih besar dari punya dia.
“Mbak, kontolnya gede banget ya,” katanya lirih. Benar saja dugaanku.
“Namanya juga waria Ndre, jadi ya punya kontol,” jawabku santai. “Dimulai dong, masak cuman diliatin doang,” kataku lagi. Pahaku lebih kulebarkan lagi. Lobang pantatku yang merekah dapat dilihatnya lebih jelas lagi.
Andre mendekatkan kontolnya yang sudah keras ke lobang pantatku. Lalu kontolnya pun terbenam erat disana. Selanjutnya ia mulai menggenjot maju mundur. Mula-mula genjotannya pelan. Lama-lama semakin cepat. Dan bertambah cepat. Akhirnya diapun ngecret lagi. Dia roboh diatas tubuhku. Bersimbah keringat.
“Mas, nanti sekali lagi ya,” katanya dengan suara lemas padaku. Apa katanya Mas? Kok jadi berubah gitu sih? Pikirku. Tapi apa peduliku. Sama aja. Mau Mas atau Mbak.
“Boleh. Kamu cepet amat ngecretnya ya. Minum irex mau?” tanyaku.
“Emang Mas punya?” tanyanya.
“Ada,” sahutku.
Dia minum irex yang kusediakan. Mudah-mudahan bisa membantunya.
Setelah tenaganya pulih kembali, dia mengajakku ngentot sekali lagi. “Tapi kali ini Mas buka baju semua,” pintanya. Buka baju semua? Kalo buka baju semua aku jadi laki-laki dong. Tetekku gak ada. Rambut panjangku juga wig. “Make up nya juga dihapus aja,” katanya lagi.
“Kenapa rupanya?” tanyaku.
“Gak papa. Cuman kalo pake pakaian waria gitu, Mas jadi aneh,” katanya.
“Gak usah deh. Gini aja,” jawabku. Aku berusaha menolak.
“Kalo Mas mau, entar Andre tambahin lagi deh. Jadi seratus ribu,” rayunya.
Aku jadi tergoda mendengar rayuannya soal nambah bayaranku. Segala prinsipku hilang dari benakku. Akhirnya meski kurang sreg, kuikuti apa maunya. Kubuka seluruh pakaianku. Wig kulepas. Make up ku hapus. Kini aku berdiri sebagaimana layaknya lelaki telanjang bulat. Kami berdiri berhadapan. Sama-sama telanjang bulat.
“Gini lebih bagus,” katanya. Jemarinya mengelus dadaku yang lumayan bidang. Selanjutnya dia menyelomoti pentil dadaku dengan buas. Anak ini punya bakat homo, pikirku. Dia lebih bernafsu kini dibandingkan saat dia mengentotku dengan pakaian waria tadi. Mulutnya menjelajahi seluruh bagian atas tubuhku. Turun hingga akhirnya di batang kontolku yang membonggol.
“Masshhhh… besar banget,” katanya dengan suara bergetar. Lalu kontolku dimasukkannya ke dalam mulutnya. Dugaanku sepertinya gak salah. Andre ini punya bakat gay juga. Aku sih santai saja. Kubiarkan dia berbuat sesukanya padaku.
Mulutnya bergerilya. Batang kontolku, kepala kontolku, dan juga dua buah pelirku habis dilumatnya. Aku mengerang-erang. Rasanya begitu enak. Seperti saat Misye mengerjai kontolku sebelum kemudian aku mengentot dia.
Lama juga Andre mengerjai kontolku. Dia sangat suka rupanya. Setelah merasa puas, barulah dia berdiri kembali. Berdiri berhadapan denganku. Diciuminya bibirku yang tipis. Kami saling melumat cukup lama. Kemudian dia mendorong tubuhku sehingga jatih telentang diatas ranjang. Tubuhku ditindihnya. Kontol kami yang sama-sama keras saling berhimpitan. Dia mengajakku bermain kontol. Pantat kami kemudian bergerak-gerak, mengadu batang kontol kami.
Puas bermain kontol dia segera bangkit dari menindihku. Pahaku dikangkangkannya lebar-lebar. Kedua pahanya diselipkan dibawah pahaku. ABG ini kulihat berubah jadi liar sekarang. Kontolnya langsung dibenamkannya di lobang pantatku. Jembutnya yang lebat, terasa menggelitik celah lobang pantatku.
“Lho? Gak pake kondom Ndre?” tanyaku.
“Gak usahh ahh. Ahhh… ahhh…,” sahutnya dengan wajah menyeringai.
Dan kemudian pantatnya mulai menggenjot. Sangat keras. Sangat cepat. Menghentak-hentak. Ranjangku yang kecil berderak-derak keras. ABG ini berubah jadi perkasa. Tidak seperti tadi, yang sebentar saja langsung ngecret. Aku tak tahu, apakah ini pengaruh irex? Atau memang gairahnya yang seperti ini.
Kubalas genjotannya dengan tak kalah liar dan perkasa. Aku kan harus memuaskan pelangganku. Jadilah kami berdua mendengus-dengus bak banteng liar. Sementara pantat kami bergoyang berbalasan dengan keras. Mulut kami saling melumat dengan buas. Ahh.. ahh… rasanya begitu bersemangat. Sangat nikmat. Tanpa kami sadari tubuh kami sudah basah kuyup, bersimbah keringat.
“Ohhh Mashhh.. Mashhhh… enak banget Masshhh ohhhh…..,” racau Andre.
“Kerasshhh Ndreehhh lebih kerasshhh ahhh.. ahhh.. ahhh..,” kataku bersemangat. Tanganku ikut membantu gerakan pantatnya agar semakin keras dan cepat menggenjot. Soalnya aku sangat keenakan dengan kontolnya yang besar mengaduk-aduk lobang pantatku.
“Ohhh fuckk.. enaknya ahhh.. ahhh… ahhh..,” kata Andre.
“Ndrehhh kontolmu enak sekalihh ahhh ahhh.. ahh.. enak Ndrehhh ahh..,”
“Mas sukah kontolkuhh? Suka Masshh? Ahhh.. ahhh.. ahhh..,”
“Yahh.. ah..yah… yahh.. aooohhhh..,” aku mengerang keenakan. Bener-bener enak men.
Dan pergumulan cabul kami akhirnya berakhir setelah Andre orgasme didalam saluran pelepasanku. Orgasmenya bener-bener dahsyat. Badannya yang ramping berisi sampe kejang-kejang di atas tubuhku. Kemudian dia ambruk disebelahku. Telentang dengan nafas tersengal-sengal. Akupun turut ambruk menelungkup. Entah kenapa, rasanya pergumulanku dengannya barusan ini sangat berbeda dari yang pernah kurasakan. Luar biasa menggairahkan.
Oh, tubuhku rasanya letih nungging dientot oleh Andre. ABG itu apalagi. Dia pasti kelelahan banget setelah mencumbuiku dengan buas. Kami beristirahat sejenak. Menenangkan diri.
“Gimana Ndre? Enak?” tanyaku pelan pada Andre, setelah kelelahanku kurasakan mulai hilang.
“Gila Mas, enak banget. ini pertama kalinya buat Andre. Luar biasa banget Mas,” katanya.
“Masak sih pertama? Kayaknya udah pengalaman banget deh,” godaku.
“Enggak Mas. Suer ini yang pertama. Tapi kalo ngelihat cowok ama cowok ngentot Andre memang udah pernah,” katanya.
“O ya? Kapan? Siapa?” tanyaku. Bocah itu kulihat tercenung sejenak.
“Mmmm, nyeritainnya bingung Mas. Malu,” jawabnya.
“Kok malu?” tanyaku.
“Abis orang deket Andre juga sih,”
“Orangnya kan gak ada disini. Mas juga gak kenal kok. Lagian mana mungkin Mas bakalan ngasih tau ke orang-orang,” rayuku. Aku agak penasaran juga, siapa sih orang yang pernah dilihatnya itu.
Dia berpikir sejenak. Namun kemudian akhirnya dia bercerita juga. mendengar ceritanya aku kaget juga. orang yang pernah dilihatnya itu ternyata kakak kandungnya sendiri dengan sepupunya. Nama kakaknya itu Randy dan sepupunya itu Thomas. Yang lebih gilanya, kakaknya itu saat dilihatnya ngentot dengan sepupunya yang umurnya sebaya Andre itu, saat kakaknya itu akan melangsungkan pernikahan beberapa hari lagi. Gila ya.
“Andre bener-bener gak ngerti Mas, kok Mas Randy bisa ngelakuin hal itu. Andre juga bingung, kok Andre bisa menikmati apa yang mereka lakukan. Sejak itu Andre jadi kepikiran terus Mas. Makanya Andre pengen nyobain,” katanya.
“Jadi, cerita ke Mas tadi boong ya,”
“Boong? Cerita mana Mas yang boong?” tanyanya bingung.
“Tadi katanya pengen cari perek. Tapi kaena kemahalan gak jadi,”
“Iya Mas. Boong. Andre cuman pura-pura doang. Niatnya sejak awal ya nyari kayak Mas ini,” sahutnya malu-malu. Ketangkap basah ketahuan rahasianya olehku.
“Jadi kok tadi milihnya saya?’ tanyaku.
“Abisnya Mas manis sih. Andre liat Mas kalo tampil sebagai laki-laki juga tetap manis,” sahutnya lagi.
“Masak kelihatan sih?” tanyaku.
“Iya Mas,”
“Mmm gitu. Jadi gimana nih? Mau udahan atau lanjut lagi?”
“Kalo lanjut lagi, nambah biaya lagi gak Mas?” tanyanya malu-malu.
“Hehehe. Kenapa? Duitnya kurang?’
“Gak sih. Pengen negesin aja,”
“Kalo untuk Andre gak usah nambah lagi deh. Mas juga suka kok ngentot sama Andre. Tapi ada syaratnya,”
“Apa Mas?”
“Mas boleh juga ngebool Andre,” kataku.
“Mmmm boleh Mas. Boleh. Andre juga pengen nyoba,” katanya tersipu.
“Kalo gitu kita mulai aja,” kataku.
Bocah itu langsung bersiap ambil posisi. Dia mengangkang lebar-lebar telentang. Aku segera bersimpuh diantara selangkangannya.
Bocah ini masih perjaka ting-ting duburnya. Aku agak kerepotan juga melakukan penetrasi padanya. Tapi dia bener-bener berkemauan keras pengen mencoba dianal olehku. Meskipun kulihat dia sangat kesakitan, dibiarkannya saja aku menembus lobang pantatnya yang sempit dengan kontolku yang besar.
Setelah berulang-ulang menekan kontolku memasuki lobang pantatnya, akhirnya masuk juga seluruh batang kontolku. Setelah itu aku mulai bergerak. Andre mengerang-erang. Entah erangan kesakitan atau keenakan. Aku tak peduli, mau dia kesakitan atau keenakan. Genjotan pantat terus kulanjutkan. Gerakan pantatku menggila. Aku benar-benar keenakan dengan dubur si Andre yang ganteng ini.
Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Saat dientot oleh pelangganku, motivasiku hanya uang. Aku tak pernah menikmatinya. Kalaupun harus ngentotin lobang pantat, paling aku hanya melakukannya dengan Misye. Itupun karena faktor hutang budi. Dan juga tak kunikmati. Tapi saat ini entah kenapa aku begitu menikmatinya. Aku begitu bersemangat menghajar dubur Andre.
“Hahhh… hahhh… hahhhh…. hahhhh…hahhhh..,” aku mendengus-dengus. Spermaku akan muncrat sebentar lagi.
Saat spermaku kurasakan menyembur dari lobang kencingku, tiba-tiba pintu kamarku terbuka lebar. Si Misye nongol di pintu. Dia terkejut melihatku. Aku lebih terkejut lagi. Tak kusangka Misye sudah pulang.
“Bang Poltak! Ngapain?!!!!” serunya keras. Nama asliku disebutnya keras. Bukan Popy, nama banciku.
Aku tak tahu harus ngomong apa. Tubuhku rasanya lemas karena orgasmeku. Pantatku menekan keras di buah pantat Andre. Bocah yang sedang merasakan semburan spermaku inipun terlonjak kaget. Wajahnya melongo memandang Misye yang kaget melihat kami sedang tindih-tindihan seperti itu.
Kami hanya saling pandang-pandangan untuk waktu yang cukup lama. Sama-sama melongo. Kalo aku melongo dengan ekspresi keenakan karena orgasme. Tak ada yang berbicara. Tapi aku yakin, Misye pasti bingung sekali melihatku. Saat tampil sebagai laki-laki normal seperti saat ini aku menggagahi seorang laki-laki. Hal yang selama ini selalu aku katakan padanya, tak akan mungkin pernah akan aku lakukan. Aku bener-bener bingung diantara kenikmatan yang sedang menjalar di seluruh tubuhku.
Si Misye, alias Misno, teman sekamar sekaligus seprofesiku jelas waria asli. Bencong tulen. Teteknya aja gede kayak cewek. Akibat suntikan silikon. Kalo tetekku? Sumpelan kain isinya. Hehehe. Dan aku jelas gak mau nyuntik silikon kayak dia. Karena aku jelas laki-laki tulen. Kalo gak kerja malam kayak gini, sehari-hari penampilanku ya lelaki, asli.
Padanya sering aku katakan, gak akan bakalan mau melakukan hal seperti ini kalau bukan karena duit. Aku adalah lelaki normal dan pengen kawin dengan perempuan asli. Aku juga bilang, tak akan pernah mau ngentot dengan laki-laki manapun jika tidak berpenampilan sebagai waria. Misye manggut-manggut mendengar kata-kataku yang penuh semangat kalau sedang membicarakan hal ini. Dia selalu berkomentar bahwa dia menghargai prinsipku itu. Dia berharap suatu saat, aku bisa punya pekerjaan yang layak dan tak lagi menjadi waria bohongan seperti sekarang. sedangkan tentang dirinya, dia pernah bilang, “Biarlah aku saja yang begini Bang,” katanya. “Udah kadung,” dia terlihat sangat sedih saat mengucapkan kata-kata itu.
Kalo aku lagi bokek berat, karena semalaman gak ada yang booking, si Misye sering ngasih duit ke aku. Sebagai imbalannya, aku bersedia ngentotin dia sampe lemes. Ini kulakukan hanya sekadar membalas kebaikannya saja. Masak udah ditolong, aku gak memberikan kesenangan padanya? Aku tak mau menjadi orang yang tak tahu membalas budi. Dan Misye tahu pasti, kalau apa yang kulakukan padanya bukan karena aku menikmatinya. Tapi hanya sekadar balas budiku saja padanya.
Bukan ge er, aku idola para waria di kosku lho. Gimana gak jadi idola. Wajahku lumayan ganteng. Bodyku cukup kekar. Kontolku gede kayak terong ungu. Mereka sampe pernah berantem, pake jambak-jambakan segala lagi, gara-gara ngerebutin aku. Pengen aku sekamar dengan mereka. Malah mereka bersedia aku gak usah patungan bayar sewa kamar. Tapi aku tetap setia sama si Misye. Karena dialah orang yang pertama kali nolongin aku waktu aku terdampar di Jakarta sini. Dan selalu nolongin aku sampe sekarang. Jadi meskipun waria yang laen nawarin hal yang lebih dari yang bisa diberikan Misye padaku, aku tetap menolak ajakan mereka. Aku menjaga perasaan si Misye yang sensitif banget.
Misye suka cemburu bila aku deket-deket dengan waria yang lain. Apalagi kalo isengku kumat, godain waria-waria itu. Dia bakalan diemin aku deh seharian. Sedangkan soal profesiku sebagai pelacur waria dia tak pernah cemburu. Dia malah sangat mendukung sekali. Aneh ya? Dia itulah yang ngajarin aku gimana caranya bersolek bak wanita sejati. Padahal, dulunya aku mana ngerti make up wanita. Di kampung kerjaanku ya nyangkol di sawah. Kalo gak percaya, pegang saja telapak tanganku ini, kasar.
Aku lagi di booking nih sekarang. Sama anak ABG. Andre namanya. Katanya, dia masih kelas tiga SLTP. Ngakunya belon pernah ngesex. Sedangkan kawan-kawannya udah pernah ngesex. Jadinya dia sering diledekin karena masih perjaka. Makanya dia pengen ngelepasin perjakanya malam ini. Edan juga anak-anak ABG zaman sekarang ya.
Awalnya dia pengen booking perek, katanya padaku. Tapi ternyata perek-perek sekarang tarifnya mahal. Duitnya gak cukup. Akhirnya pas ketemu waria dia ditawarin ngesex cuman dua puluh ribu perak. Jelas aja Andre girang banget. Kemudian dia nyari-nyari waria yang cocok dengan seleranya. Eh ketemu denganku. Langsung deh dia kepincut liat tampangku yang manis. Hehe.
“Berapaan Mbak?” tanyanya padaku. Awalnya aku geli juga lho dipanggil Mbak kayak gini. Tapi sekarang udah biasa.
“Dua puluh ribu aja Mas. Kalo sekalian kamar jadinya lima puluh ribu,” jawabku dengan suara yang dilebut-lembutin. Harus gitu. Kaget dong dia kalo aku pake suara jantanku yang asli. Andre setuju. Kemudian aku duduk di boncengan sepeda motornya. Dengan petunjukku dia melaju ke kos-kosanku dan Misye.
Misye sedang gak ada di kamar. Dia emang gak pernah gunain kamar kami untuk ngentot dengan pelanggan. Cuman aku aja. Soalnya buatku duit tambahan tiga puluh ribu untuk kamar cukup lumayan. si Misye biasanya sewa kamar hotel murahan untuk prakteknya.
Begitu kamar sudah kukunci, kusuruh dia membuka seluruh pakaiannya. Andre mengikuti apa yang kukatakan dengan segera. Sudah tak sabar lagi dia rupanya. Kontolnya gede juga untuk ukuran abg seperti dia. Bodynya pun bagus. Ramping dan atletis, kayak aku.
“Mau diisep dulu, atau langsung ngentot?” tanyaku padanya.
“Isep dulu aja Mbak,” jawabnya malu-malu.
Aku langsung berjongkok diselangkangannya. Kontolnya kumasukkan dalam mulutku. Dia terhenyak. Kaget mungkin. Berarti dia jujur belon pernah ngentot. Sesaat kemudian dia sudah mengerang-erang keenakan dan ngecret. Wajahku belepotan spermanya yang kental. Setelah itu dia terduduk lemas diatas ranjang.
“Istirahat dulu? Atau mau dilanjutin?” tanyaku santai.
“Istirahat dulu deh Mbak. Capek banget,” jawabnya tersipu malu.
Aku menyuguhkannya air minum kemasan. Dia segera menghabiskannya.
“Bawa kondom gak?” tanyaku.
“Bawa Mbak. Bawa,” jawabnya cepat. Dia langsung mengambil kondom yang disimpannya dalam saku celananya. Ada tiga bungkus.
“Banyak banget,” kataku.
“Persediaan Mbak,” jawabnya lagi, juga tersipu malu.
Setelah lima menit, kutanya lagi dia. Apakah dia sudah siap untuk melanjutkan atau belum. Dia menjawab sudah. Aku langsung naik ke atas tempat tidurku. Menungging. Rok sepanku ku angkat ke atas. Kuturunkan celana dalam wanita, warna merah jambu, yang kukenakan sebatas betisku. Pantatku langsung terpampang didepan matanya.
Kulihat dia terpana. Pantatku putih bersih. Segala bulu, baik jembut, dan bulu pantat selalu kucukur bersih. Tapi pasti yang membuat Andre terpana bukan itu. Tapi kontolku yang besarnya minta ampun. Jauh lebih besar dari punya dia.
“Mbak, kontolnya gede banget ya,” katanya lirih. Benar saja dugaanku.
“Namanya juga waria Ndre, jadi ya punya kontol,” jawabku santai. “Dimulai dong, masak cuman diliatin doang,” kataku lagi. Pahaku lebih kulebarkan lagi. Lobang pantatku yang merekah dapat dilihatnya lebih jelas lagi.
Andre mendekatkan kontolnya yang sudah keras ke lobang pantatku. Lalu kontolnya pun terbenam erat disana. Selanjutnya ia mulai menggenjot maju mundur. Mula-mula genjotannya pelan. Lama-lama semakin cepat. Dan bertambah cepat. Akhirnya diapun ngecret lagi. Dia roboh diatas tubuhku. Bersimbah keringat.
“Mas, nanti sekali lagi ya,” katanya dengan suara lemas padaku. Apa katanya Mas? Kok jadi berubah gitu sih? Pikirku. Tapi apa peduliku. Sama aja. Mau Mas atau Mbak.
“Boleh. Kamu cepet amat ngecretnya ya. Minum irex mau?” tanyaku.
“Emang Mas punya?” tanyanya.
“Ada,” sahutku.
Dia minum irex yang kusediakan. Mudah-mudahan bisa membantunya.
Setelah tenaganya pulih kembali, dia mengajakku ngentot sekali lagi. “Tapi kali ini Mas buka baju semua,” pintanya. Buka baju semua? Kalo buka baju semua aku jadi laki-laki dong. Tetekku gak ada. Rambut panjangku juga wig. “Make up nya juga dihapus aja,” katanya lagi.
“Kenapa rupanya?” tanyaku.
“Gak papa. Cuman kalo pake pakaian waria gitu, Mas jadi aneh,” katanya.
“Gak usah deh. Gini aja,” jawabku. Aku berusaha menolak.
“Kalo Mas mau, entar Andre tambahin lagi deh. Jadi seratus ribu,” rayunya.
Aku jadi tergoda mendengar rayuannya soal nambah bayaranku. Segala prinsipku hilang dari benakku. Akhirnya meski kurang sreg, kuikuti apa maunya. Kubuka seluruh pakaianku. Wig kulepas. Make up ku hapus. Kini aku berdiri sebagaimana layaknya lelaki telanjang bulat. Kami berdiri berhadapan. Sama-sama telanjang bulat.
“Gini lebih bagus,” katanya. Jemarinya mengelus dadaku yang lumayan bidang. Selanjutnya dia menyelomoti pentil dadaku dengan buas. Anak ini punya bakat homo, pikirku. Dia lebih bernafsu kini dibandingkan saat dia mengentotku dengan pakaian waria tadi. Mulutnya menjelajahi seluruh bagian atas tubuhku. Turun hingga akhirnya di batang kontolku yang membonggol.
“Masshhhh… besar banget,” katanya dengan suara bergetar. Lalu kontolku dimasukkannya ke dalam mulutnya. Dugaanku sepertinya gak salah. Andre ini punya bakat gay juga. Aku sih santai saja. Kubiarkan dia berbuat sesukanya padaku.
Mulutnya bergerilya. Batang kontolku, kepala kontolku, dan juga dua buah pelirku habis dilumatnya. Aku mengerang-erang. Rasanya begitu enak. Seperti saat Misye mengerjai kontolku sebelum kemudian aku mengentot dia.
Lama juga Andre mengerjai kontolku. Dia sangat suka rupanya. Setelah merasa puas, barulah dia berdiri kembali. Berdiri berhadapan denganku. Diciuminya bibirku yang tipis. Kami saling melumat cukup lama. Kemudian dia mendorong tubuhku sehingga jatih telentang diatas ranjang. Tubuhku ditindihnya. Kontol kami yang sama-sama keras saling berhimpitan. Dia mengajakku bermain kontol. Pantat kami kemudian bergerak-gerak, mengadu batang kontol kami.
Puas bermain kontol dia segera bangkit dari menindihku. Pahaku dikangkangkannya lebar-lebar. Kedua pahanya diselipkan dibawah pahaku. ABG ini kulihat berubah jadi liar sekarang. Kontolnya langsung dibenamkannya di lobang pantatku. Jembutnya yang lebat, terasa menggelitik celah lobang pantatku.
“Lho? Gak pake kondom Ndre?” tanyaku.
“Gak usahh ahh. Ahhh… ahhh…,” sahutnya dengan wajah menyeringai.
Dan kemudian pantatnya mulai menggenjot. Sangat keras. Sangat cepat. Menghentak-hentak. Ranjangku yang kecil berderak-derak keras. ABG ini berubah jadi perkasa. Tidak seperti tadi, yang sebentar saja langsung ngecret. Aku tak tahu, apakah ini pengaruh irex? Atau memang gairahnya yang seperti ini.
Kubalas genjotannya dengan tak kalah liar dan perkasa. Aku kan harus memuaskan pelangganku. Jadilah kami berdua mendengus-dengus bak banteng liar. Sementara pantat kami bergoyang berbalasan dengan keras. Mulut kami saling melumat dengan buas. Ahh.. ahh… rasanya begitu bersemangat. Sangat nikmat. Tanpa kami sadari tubuh kami sudah basah kuyup, bersimbah keringat.
“Ohhh Mashhh.. Mashhhh… enak banget Masshhh ohhhh…..,” racau Andre.
“Kerasshhh Ndreehhh lebih kerasshhh ahhh.. ahhh.. ahhh..,” kataku bersemangat. Tanganku ikut membantu gerakan pantatnya agar semakin keras dan cepat menggenjot. Soalnya aku sangat keenakan dengan kontolnya yang besar mengaduk-aduk lobang pantatku.
“Ohhh fuckk.. enaknya ahhh.. ahhh… ahhh..,” kata Andre.
“Ndrehhh kontolmu enak sekalihh ahhh ahhh.. ahh.. enak Ndrehhh ahh..,”
“Mas sukah kontolkuhh? Suka Masshh? Ahhh.. ahhh.. ahhh..,”
“Yahh.. ah..yah… yahh.. aooohhhh..,” aku mengerang keenakan. Bener-bener enak men.
Dan pergumulan cabul kami akhirnya berakhir setelah Andre orgasme didalam saluran pelepasanku. Orgasmenya bener-bener dahsyat. Badannya yang ramping berisi sampe kejang-kejang di atas tubuhku. Kemudian dia ambruk disebelahku. Telentang dengan nafas tersengal-sengal. Akupun turut ambruk menelungkup. Entah kenapa, rasanya pergumulanku dengannya barusan ini sangat berbeda dari yang pernah kurasakan. Luar biasa menggairahkan.
Oh, tubuhku rasanya letih nungging dientot oleh Andre. ABG itu apalagi. Dia pasti kelelahan banget setelah mencumbuiku dengan buas. Kami beristirahat sejenak. Menenangkan diri.
“Gimana Ndre? Enak?” tanyaku pelan pada Andre, setelah kelelahanku kurasakan mulai hilang.
“Gila Mas, enak banget. ini pertama kalinya buat Andre. Luar biasa banget Mas,” katanya.
“Masak sih pertama? Kayaknya udah pengalaman banget deh,” godaku.
“Enggak Mas. Suer ini yang pertama. Tapi kalo ngelihat cowok ama cowok ngentot Andre memang udah pernah,” katanya.
“O ya? Kapan? Siapa?” tanyaku. Bocah itu kulihat tercenung sejenak.
“Mmmm, nyeritainnya bingung Mas. Malu,” jawabnya.
“Kok malu?” tanyaku.
“Abis orang deket Andre juga sih,”
“Orangnya kan gak ada disini. Mas juga gak kenal kok. Lagian mana mungkin Mas bakalan ngasih tau ke orang-orang,” rayuku. Aku agak penasaran juga, siapa sih orang yang pernah dilihatnya itu.
Dia berpikir sejenak. Namun kemudian akhirnya dia bercerita juga. mendengar ceritanya aku kaget juga. orang yang pernah dilihatnya itu ternyata kakak kandungnya sendiri dengan sepupunya. Nama kakaknya itu Randy dan sepupunya itu Thomas. Yang lebih gilanya, kakaknya itu saat dilihatnya ngentot dengan sepupunya yang umurnya sebaya Andre itu, saat kakaknya itu akan melangsungkan pernikahan beberapa hari lagi. Gila ya.
“Andre bener-bener gak ngerti Mas, kok Mas Randy bisa ngelakuin hal itu. Andre juga bingung, kok Andre bisa menikmati apa yang mereka lakukan. Sejak itu Andre jadi kepikiran terus Mas. Makanya Andre pengen nyobain,” katanya.
“Jadi, cerita ke Mas tadi boong ya,”
“Boong? Cerita mana Mas yang boong?” tanyanya bingung.
“Tadi katanya pengen cari perek. Tapi kaena kemahalan gak jadi,”
“Iya Mas. Boong. Andre cuman pura-pura doang. Niatnya sejak awal ya nyari kayak Mas ini,” sahutnya malu-malu. Ketangkap basah ketahuan rahasianya olehku.
“Jadi kok tadi milihnya saya?’ tanyaku.
“Abisnya Mas manis sih. Andre liat Mas kalo tampil sebagai laki-laki juga tetap manis,” sahutnya lagi.
“Masak kelihatan sih?” tanyaku.
“Iya Mas,”
“Mmm gitu. Jadi gimana nih? Mau udahan atau lanjut lagi?”
“Kalo lanjut lagi, nambah biaya lagi gak Mas?” tanyanya malu-malu.
“Hehehe. Kenapa? Duitnya kurang?’
“Gak sih. Pengen negesin aja,”
“Kalo untuk Andre gak usah nambah lagi deh. Mas juga suka kok ngentot sama Andre. Tapi ada syaratnya,”
“Apa Mas?”
“Mas boleh juga ngebool Andre,” kataku.
“Mmmm boleh Mas. Boleh. Andre juga pengen nyoba,” katanya tersipu.
“Kalo gitu kita mulai aja,” kataku.
Bocah itu langsung bersiap ambil posisi. Dia mengangkang lebar-lebar telentang. Aku segera bersimpuh diantara selangkangannya.
Bocah ini masih perjaka ting-ting duburnya. Aku agak kerepotan juga melakukan penetrasi padanya. Tapi dia bener-bener berkemauan keras pengen mencoba dianal olehku. Meskipun kulihat dia sangat kesakitan, dibiarkannya saja aku menembus lobang pantatnya yang sempit dengan kontolku yang besar.
Setelah berulang-ulang menekan kontolku memasuki lobang pantatnya, akhirnya masuk juga seluruh batang kontolku. Setelah itu aku mulai bergerak. Andre mengerang-erang. Entah erangan kesakitan atau keenakan. Aku tak peduli, mau dia kesakitan atau keenakan. Genjotan pantat terus kulanjutkan. Gerakan pantatku menggila. Aku benar-benar keenakan dengan dubur si Andre yang ganteng ini.
Aku tak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Saat dientot oleh pelangganku, motivasiku hanya uang. Aku tak pernah menikmatinya. Kalaupun harus ngentotin lobang pantat, paling aku hanya melakukannya dengan Misye. Itupun karena faktor hutang budi. Dan juga tak kunikmati. Tapi saat ini entah kenapa aku begitu menikmatinya. Aku begitu bersemangat menghajar dubur Andre.
“Hahhh… hahhh… hahhhh…. hahhhh…hahhhh..,” aku mendengus-dengus. Spermaku akan muncrat sebentar lagi.
Saat spermaku kurasakan menyembur dari lobang kencingku, tiba-tiba pintu kamarku terbuka lebar. Si Misye nongol di pintu. Dia terkejut melihatku. Aku lebih terkejut lagi. Tak kusangka Misye sudah pulang.
“Bang Poltak! Ngapain?!!!!” serunya keras. Nama asliku disebutnya keras. Bukan Popy, nama banciku.
Aku tak tahu harus ngomong apa. Tubuhku rasanya lemas karena orgasmeku. Pantatku menekan keras di buah pantat Andre. Bocah yang sedang merasakan semburan spermaku inipun terlonjak kaget. Wajahnya melongo memandang Misye yang kaget melihat kami sedang tindih-tindihan seperti itu.
Kami hanya saling pandang-pandangan untuk waktu yang cukup lama. Sama-sama melongo. Kalo aku melongo dengan ekspresi keenakan karena orgasme. Tak ada yang berbicara. Tapi aku yakin, Misye pasti bingung sekali melihatku. Saat tampil sebagai laki-laki normal seperti saat ini aku menggagahi seorang laki-laki. Hal yang selama ini selalu aku katakan padanya, tak akan mungkin pernah akan aku lakukan. Aku bener-bener bingung diantara kenikmatan yang sedang menjalar di seluruh tubuhku.
Sami Yusuf- Healing
It’s so hard to explain
What I’m feeling
But I guess it’s ok
Cause I’ll keep believing
There’s something deep inside
Something that’s calling
It’s calling you and I
It’s taking us up high to
Healing, a simple act of kindness brings such meaning
A smile can change a life let’s start believing
And feeling, let’s start healing
Heal and you will be healed
Break every border
Give and you will receive
It’s Nature’s order
There is a hidden force
Pulling us closer
It’s pulling you and I
It’s pulling us up high
Healing, a simple act of kindness brings such meaning
A Smile can change a life let’s start believing
And feeling, let’s start healing
Hearts in the hand of another heart and in God’s hand are all heart
An eye takes care of another eye and from God’s eye nothing hides
Seek only to give and you’ll receive
So, heal and you will be healed
قلب بين يدي قلب و بيد الله كل قلب
عين ترعى عينا، وعين الله ترعى
كلمة طيبة صدقة
تبسمك لأخيك صدقه
كل معروف صدقة
اللهم اشف شفاءً لا يغادر سقماً
Maher Zain- Insha ALLAH
You feel so lost
And That you?re so alone
All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can`t see which way to go
Don`t despair and never lose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah [x2]
Insha Allah you`ll find your way
Insha Allah [x2]
Insha Allah you`ll find your way
Every time you commit one more mistake
You feel you can`t repent
And that it?s way too late
You`re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don`t despair and never lose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah [x2]
Insha Allah you`ll find your way
Insha Allah [x2]
Insha Allah you`ll find your way
Turn to Allah
He`s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
OOO Ya Allah
Guide my steps don`t let me go astray
You`re the only one that showed me the way
Showed me the way [x3]
Insha Allah
Insha Allah we`ll find our way
Nick Jonas- Introducing Me
I'm, I'm good at wasting time
I think lyrics need to rhyme
And you're not asking
But I'm trying to grow a mustache
I eat cheese, but only on pizza, please
And sometimes on a homemade quesadilla
Otherwise it smells like feet to me
And I, I really like it when the moon looks like a toenail
And I love you when you say my name
If you wanna know
Here it goes
Gonna tell you this
The part of me that'll show if you're close
Gonna let you see everything
But remember that you asked for it
I'll try to do my best to impress
But it's easier to let you take a guess at the rest
But you wanna hear what lives in my brain
My heart, will you ask for it, for your perusing?
At times confusing, slightly amusing
Introducing me
Doo doo, doo doo doo doo to
Doo doo, doo doo doo doo to
La la la la
La la la la la la la la, da
I never trust a dog to watch my food
And I like to use to the word "dude"
As a noun, or an adverb, or an adjective
And I've never really been into cars
I like really cool guitars and superheroes
And checks with lots of zeros on 'em
I love the sound of violins
And making someone smile
If you wanna know
Here it goes
Gonna tell you this
I think lyrics need to rhyme
And you're not asking
But I'm trying to grow a mustache
I eat cheese, but only on pizza, please
And sometimes on a homemade quesadilla
Otherwise it smells like feet to me
And I, I really like it when the moon looks like a toenail
And I love you when you say my name
If you wanna know
Here it goes
Gonna tell you this
The part of me that'll show if you're close
Gonna let you see everything
But remember that you asked for it
I'll try to do my best to impress
But it's easier to let you take a guess at the rest
But you wanna hear what lives in my brain
My heart, will you ask for it, for your perusing?
At times confusing, slightly amusing
Introducing me
Doo doo, doo doo doo doo to
Doo doo, doo doo doo doo to
La la la la
La la la la la la la la, da
I never trust a dog to watch my food
And I like to use to the word "dude"
As a noun, or an adverb, or an adjective
And I've never really been into cars
I like really cool guitars and superheroes
And checks with lots of zeros on 'em
I love the sound of violins
And making someone smile
If you wanna know
Here it goes
Gonna tell you this
The part of me that'll show if you're close
Gonna let you see everything
But remember that you asked for it
I'll try to do my best to impress
But it's easier to let you take a guess at the rest
But you wanna hear what lives in my brain
My heart, will you ask for it, for your perusing?
At times confusing, possibly amusing
Introducing me
Well, you probably know more than you ever wanted to
So be careful when you ask next time
So if you wanna know
Here it goes
Gonna tell you this
The part of me that'll show if you're close
Gonna let you see everything
But remember that you asked for it
I'll try to do my best to impress
But it's easier to let you take a guess at the rest
But you wanna hear what lives in my brain
My heart, will you ask for it, for your perusing?
At times confusing, hopefully amusing
Introducing me
Doo doo, doo doo doo doo to
Doo doo, doo doo doo doo to
Doo doo doo doo
Introducing me......
Gonna let you see everything
But remember that you asked for it
I'll try to do my best to impress
But it's easier to let you take a guess at the rest
But you wanna hear what lives in my brain
My heart, will you ask for it, for your perusing?
At times confusing, possibly amusing
Introducing me
Well, you probably know more than you ever wanted to
So be careful when you ask next time
So if you wanna know
Here it goes
Gonna tell you this
The part of me that'll show if you're close
Gonna let you see everything
But remember that you asked for it
I'll try to do my best to impress
But it's easier to let you take a guess at the rest
But you wanna hear what lives in my brain
My heart, will you ask for it, for your perusing?
At times confusing, hopefully amusing
Introducing me
Doo doo, doo doo doo doo to
Doo doo, doo doo doo doo to
Doo doo doo doo
Introducing me......
lyric od LENKA-TROUBLE IS A FRIEND
Trouble he will find you no matter where you go, oh oh
No matter if you're fast, no matter if you're slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the mourn, oh oh
You're fine for a while but you start to lose control
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don't forget as you ease on down the road
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win, but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Oh how I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave, I try
Oh oh, I try!
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win, but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Ooo, oh ooo, ooo ahh
No matter if you're fast, no matter if you're slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the mourn, oh oh
You're fine for a while but you start to lose control
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don't forget as you ease on down the road
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win, but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Oh how I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave, I try
Oh oh, I try!
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win, but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Ooo, oh ooo, ooo ahh
Langganan:
Komentar (Atom)